8 Tips Menghadapi Pertanyaan Jebakan Saat Interview Kerja

Pertanyaan jebakan interview hampir selalu ada ketika kamu sudah mencapai tahapan rekrutmen ini. Tak jarang pertanyaan jebakan tersebut tidak disadari calon pekerja sehingga membuatnya terkecoh. Jika menjawabnya dengan asal, bisa-bisa pekerjaan impian gagal didapatkan.

pertanyaan jebakan saat interview
Ilustrasi via shopback.com

Pada dasarnya, pihak rekrutmen akan mengajukan tipe pertanyaan menjebak dengan tujuan tertentu. Misalnya untuk mengetahui karakter calon pelamar dan kepribadian sebenarnya. Mereka akan menilai apakah kamu cocok untuk menempati posisi yang kamu lamar atau tidak.

8 Tips Menjawab Pertanyaan Jebakan Interview

Mungkin jika kamu termasuk orang yang tenang, tidak akan mudah terjebak dengan tipe pertanyaan berikut ini. Sayangnya, sebagian besar calon pelamar memang belum bisa mengontrol diri dengan benar saat menjawab pertanyaan.

Oleh karena itu, diperlukan kiat khusus untuk menjawab pertanyaan yang menjebak. Lalu, apa saja pertanyaan menjebak yang sering dilontarkan pihak rekrutmen? Bagaimana cara menjawabnya? kamu bisa mengetahuinya melalui ulasan di bawah ini.

#1. Deskripsikan Diri kamu dalam Tiga Kata?

Pertanyaan ini sekilas memang tampak mudah. Pertanyaan ini pada dasarnya bertujuan untuk mengetahui karakter dasar calon pekerja. Seperti yang diketahui, waktu interview kerja sangat terbatas. Jadi, rasanya tidak mungkin untuk mendeskripsikan diri kamu secara panjang lebar.

Pewawancara biasanya akan melontarkan pertanyaan ini, kamu akan diminta untuk mendeskripsikan diri dengan tiga kata saja. Dengan demikian, pihak rekrutmen akan mengetahui gambaran karakter orang seperti apa calon pekerja ini.

Baca:   10 Kiat Sukses Interview Kerja [Tips wawancara kerja]

Untuk menjawab pertanyaan ini, usahakan untuk memilih tiga kata yang paling menjadi unggulan. Pastikan pula kata atau sifat tersebut masih berhubungan dengan bidang pekerjaan yang dilamar.

Misalnya ketika kamu melamar sebagai programmer, sebutkan sifat yang berhubungan dengan pekerjaan tersebut. Misalnya logis, teliti, dan tidak mudah menyerah.

Jangan sampai menyebutkan kata kreatif untuk pekerjaan yang membutuhkan ketelitian dan kemampuan berhitung, misalnya ketika melamar pekerjaan sebagai akuntan. Sebenarnya kamu juga bisa menyebutkan sifat lain yang tidak terlalu berhubungan dengan bidang pekerjaan.

Namun pastikan karakter tersebut memang dimiliki dan merupakan sifat positif. Misalnya sifat antusias, berdedikasi tinggi, jujur, dan pekerja keras. Perlu diingat untuk pertanyaan deskripsi diri hindarilah kata-kata yang bertele-tele.

#2. Apa Saja yang kamu Ketahui tentang Perusahan ini?

Pertanyaan lainnya yang tidak kalah menjebak adalah “Apa yang kamu ketahui tentang perusahaan ini?”. Pihak rekrutmen pada dasarnya akan melontarkan pertanyaan ini untuk menilai sejauh mana keseriusan kamu untuk mendapatkan pekerjaan ini.

Setidaknya, kamu perlu mengetahui hal-hal dasar mengenai profil perusahan. Misalnya bergerak di bidang apa perusahaan tersebut, filosofi, sejarah, dan lain sebagainya. Dengan demikian, hal ini akan menjadi nilai plus di mata pihak rekrutmen.

Hindarilah membanding-bandingkan perusahan yang sedang dilamar dengan tempat kerja kamu sebelumnya. Selain itu, tentunya calon pekerja harus menghindari seputar hal-hal negatif yang sedang dihadapi perusahaan.

Jawablah dengan menekankan pada kelebihan perusahaan tersebut. Tunjukkan pula minat dan keinginan yang sungguh-sungguh untuk bergabung di perusahaan yang dilamar.

#3. Apa Alasan kamu Ingin Bekerja Disini?

Pertanyaan ini kerap kali dilontarkan HRD ketika mewawancarai calon pekerja. Tujuannya adalah untuk mengetahui sejauh mana tekad kamu untuk berkontribusi di perusahaan tersebut.

Sebaiknya hindari menjawab karena ingin gaji yang lebih tinggi, tidak betah di kantor sebelumnya, atasan yang galak, rekan yang menyebalkan, dan seputar hal pribadi lainnya. kamu harus melontarkan alasan-alasan positif saja sehingga tergerak untuk melamar pekerjaan di perusahaan yang dilamar.

Jawablah dengan bersungguh-sungguh bahwa kamu memiliki pembawaan yang pasti untuk bekerja secara tim maupun individu. Yakinkan pula pihak rekrutmen bahwa kamu bisa diandalkan, memberikan kontribusi yang positif, dan berusaha mewujudkan visi misi perusahaan.

Baca:   Contoh Pertanyaan Interview Bank BNI [Wawancara perbankan]

#4. Adakah Hal Menarik yang Membanggakan di Karir kamu?

Saat melontarkan pertanyaan ini, pada dasarnya pihak rekrutmen ingin mengetahui minat kamu terhadap suatu pekerjaan. Oleh karena itu, kamu bisa mulai menjelaskan mengenai proyek apa yang pernah dikerjakan berikut dengan tantangannya.

Namun tetap ingat untuk tidak mendeskripsikan diri secara berlebihan. Tidak semua proyek pekerjaan harus diceritakan. Sebaiknya pilih proyek yang memang masih berhubungan dengan bidang pekerjaan yang dilamar.

#5. Deskripsikan Pemikiran kamu terhadap Bidang Pekerjaan ini?

Pihak rekrutmen pada dasarnya sedang mencari calon pekerja yang paling pas untuk posisi yang kamu lamar saat ini. Salah satu hal yang bisa digali dari calon pelamar adalah dengan mengetahui informasi terkait pekerjaan yang dilamar.

Sebaiknya gunakan jawaban yang tegas dan jelas untuk mendeskripsikan pemikiran kamu terhadap bidang pekerjaan yang dilamar. Jangan menjawabnya dengan ragu atau gugup. Dalam hal ini, pihak rekrutmen akan melihat tingkat kesiapan kamu untuk menempati posisi yang dibutuhkan.

Meski harus menyiapkan jawaban terlebih dahulu, pastikan jawaban yang disiapkan bukan asal ya. Sebaiknya pilih jawaban yang sesuai dengan bidang pekerjaan yang dilamar.

#6. Berapa Lama Waktu yang Diperlukan untuk Menyesuaikan Diri dan Berkontribusi?

Tidak sedikit calon pekerja yang terburu-buru menjawab pertanyaan ini. Padahal, hal ini perlu dilakukan dengan pertimbangan yang matang. Jangan menjawab dengan tergesa-gesa meski saat itu kamu ingin segera bergabung dengan perusahaan.

Tidak sedikit yang menjawab dengan jawaban yang kurang realistis, misalnya siap berkontribusi dalam satu hari atau dua minggu. Jika menjawab seperti ini, kamu akan dianggap kurang bisa menentukan sesuatu hal yang terbaik.

Oleh karena itu, pertanyaan jebakan ini membutuhkan jawaban yang realistis. Jawablah bahwa kamu siap menghadapi berbagai tantangan yang akan diterima sejak hari pertama bekerja.

Baca:   Tips Wawancara dalam Dunia Kerja [Persiapan interview kerja]

Tidak masalah apabila kamu menjawab butuh waktu sampai beberapa bulan untuk benar-benar memahami organisasi di perusahaan yang dilamar.

#7. Berapa Lama kamu akan Bertahan Apabila Diterima di Perusahaan Ini?

Nah, sudah cukup jelas bahwa pertanyaan ini cukup menjebak dan sulit dijawab. Pihak rekrutmen ingin tahu seberapa besar keinginan calon pekerja untuk bergabung di perusahaan tersebut. Jauhilah jawaban dengan detail angka atau tahun.

Buatlah jawaban yang menunjukkan rasa antusias untuk ikut berkarier di perusahaan tersebut demi tercapainya target bersama.

#8. Menurut kamu, Posisi Pekerjaan Ini Apa Bedanya dengan Posisi Lain yang Dilamar?

Pertanyaan jebakan interview ini diajukan pada calon pekerja untuk mengetahui apakah ia melamar pekerjaan di perusahaan lain atau tidak. Dalam hal ini, kejujuran dan seberapa aktif kamu dalam mencari pekerjaan akan dinilai.

Terkadang ada pelamar yang menjawab bahwa perusahaan tersebut merupakan satu-satunya tempat yang dilamar. Padahal, hal ini akan diasumsikan sebagai suatu kebohongan. Bisa dibilang, kemungkinannya sangat kecil pelamar yang hanya melamar di satu perusahaan saja.

Salah satu jawaban terbaik yang bisa diberikan adalah jawab saja dengan jujur. Katakan bahwa kamu sudah beberapa kali melakukan tahap rekrutmen, namun belum memastikan mana yang terbaik.

Mencari pekerjaan di masa saat ini pada dasarnya memang sudah cukup sulit. Oleh karena itu, gunakanlah tips menghadapi pertanyaan jebakan interview di atas untuk mendapatkan pekerjaan yang di idamkan.

Foto featured: gradaustralia.com.au

21 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like