Mengapa Lamaran Kerja Kamu Ditolak? Pelajari 5 Alasannya!

Hello kk, sebelumnya kita sudah bahas mengenai cara menghindari konflik antar karyawan. Kali ini, kita akan melihat sebetulnya kenapa sih lamaran kerja ditolak saat melamar pekerjaan?

Kenapa harus kerja?

Kenapa orang harus kerja? Sebelum menjawab, pasti kamu juga sudah tahu dan memiliki jawabannya kenapa harus bekerja. Tapi, lihat dulu alasan sebetulnya kenapa setiap orang harus bekerja.

Mengapa Lamaran Kerja ditolak working from home
Ilustrasi via earth.com

Bekerja adalah kebutuhan mendasar dalam kehidupan terutama bila telah memasuki usia produktif. Manfaat bekerja diantaranya adalah memberikan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, mengasah pengetahuan dan keterampilan, berkontribusi bagi orang lain, dan bisa juga untuk memperluas jaringan sosial.

Setiap orang berharap dapat bekerja sesuai dengan bidang yang diminati, berdasarkan keahlian yang dimiliki, serta berbagai macam harapan lainnya.

Dari alasan tersebut, orang berlomba-lomba dalam melamar sebuah pekerjaan. Usaha yang ekstra wajib dimiliki apabila sebuah pekerjaan memiliki seleksi yang ketat. Namun, tidak jarang pula lamaran kita ditolak tanpa sempat mengikuti tes seleksi.

5 alasan lamaran kerja ditolak

Banyak faktor yang menjadi alasan hal tersebut dapat terjadi. Mengapa lamaran kerja ditolak? Pertanyaan tersebut bisa jadi karena 5 alasan berikut.

1. Isi dari surat lamaran terlalu bertele-tele atau terlalu to the point

Beberapa posisi pekerjaan dinilai berdasarkan kemampuannya dalam menulis dan mengungkapkan maksud atau isi pikiran. Tidak jarang penyedia lowongan kerja menilai hal ini dari komposisi surat lamaran yang dikirim oleh pelamar kerja. Posisi pekerjaan yang dimaksud salah satunya adalah penulis, baik itu copywriter, penulis naskah, penulis artikel ilmiah dan sebagainya.

Baca:   Bagaimana Cara Menjadi Karyawan Teladan, Yuk Lihat Tipsnya

Isi surat lamaran yang terlalu bertele-tele sangat tidak menarik dan menjemukan bagi yang membacanya. Hal ini tentunya dapat mengurangi poin penerimaan lamaran kerja kamu. Sama halnya bila isi surat lamaran kamu terlalu to the point, kamu bisa saja dinilai tidak pernah belajar dengan baik di mata pelajaran Bahasa Indonesia. Jelas saja, karena latihan menulis surat lamaran kerja memang dipelajari dalam mata pelajaran tersebut.

Komposisi dari surat lamaran kerja antara lain berisi poin berikut:

  • Tempat dan tanggal penulisan surat
  • Alamat dari surat lamaran yang akan ditujukan misalnya yang paling umum ditujukan yaitu kepada kepala HRD perusahaan. Cantumkan dengan jelas nama, gelar, dan jabatan serta nama perusahaan yang ditujukan. Jangan lupa didahului dengan ‘Kepada Yth.’
  • Alamat lengkap perusahaan juga perlu dicantumkan
  • Salam pembuka
  • Kalimat pembuka
  • Biodata diri
  • Pengalaman kerja dan keahlian secara singkat karena akan dijelaskan lebih rinci di CV (curriculum vitae)
  • Kalimat penutup
  • Lampiran surat lamaran kerja sesuai yang diminta pada iklan lowongan kerja tersebut

2. Bahasa dan penulisan tidak sesuai EYD (Ejaan yang Disempurnakan) dan banyak typo teknis

Sama halnya dengan poin pertama di atas, bahasa dan penulisan yang digunakan terkadang menjadi penilaian awal oleh penyedia lowongan kerja. Pelajaran tentang EYD telah dipelajari sejak sekolah di mata pelajaran Bahasa Indonesia. Semakin kita teliti menggunakan bahasa dan penulisan yang sesuai dengan EYD maka penilaian penyedia lowongan kerja terhadap kualitas kita akan menjadi semakin meningkat. Sungguh sangat disayangkan bila penilaian kualitas kita menurun hanya karena persoalan bahasa dan penulisan.

Hati-hati pula dengan typo teknis. Ketelitian kamu dinilai dari ketepatan penulisan. Pekerjaan yang terutama mengedepankan ketelitian dalam bekerja sangat perlu menghindari kesalahan ini. Jangan pernah menyepelekan hal tersebut. Bisa jadi penyedia lowongan kerja berpikir bahwa untuk hal yang sederhana saja masih kurang teliti, bagaimana jika telah diberikan tugas yang besar?

Baca:   Jangan Panik! Ini 4 Tips Menghadapi Rotasi Karyawan

3. Kamu tidak memenuhi kriteria dan persyaratan

Hal yang paling harus kamu perhatikan sebelum melamar sebuah pekerjaan adalah memahami baik-baik apa yang mereka butuhkan. Baca baik-baik tiap poin dalam iklan lowongan kerja yang kamu baca kemudian sesuaikan dengan kriteria yang kamu miliki. Jangan mencoba peruntungan dan berharap lebih, sebab jika kamu tidak memiliki kriteria yang sesuai dengan yang diharapkan, lamaran kamu pasti akan ditolak.

Kualifikasi pendidikan, keterampilan, pengalaman kerja, ada tidaknya sertifikat penunjang keahlian yang dimiliki merupakan hal-hal penting yang perlu dipahami baik-baik dari isi iklan lowongan kerja tersebut. Kekurangan atau ketidak sesuaian satu saja diantara hal-hal tersebut akan mempengaruhi diterima atau ditolaknya lamaran kerja kamu.

Perhatikan pula baik-baik berkas yang diminta oleh penyedia lowongan kerja. Penuhi semua berkas yang diminta. Cobalah untuk teliti sebab kelengkapan administrasi menjadi penilaian awal sebelum akhirnya kamu diterima sebagai shortlisted candidate misalnya. Jangan sampai hal-hal kecil menggagalkan kesempatan besar kamu.

Berikut adalah berkas-berkas yang biasanya diminta untuk dilampirkan bersama surat lamaran kerja:

  • Pas foto (foto terbaru)
  • Fotokopi KTP
  • CV
  • Fotokopi ijazah terakhir
  • Sertifikat keahlian tertentu

4. CV yang kamu lampirkan tidak lengkap

Kamu perlu mengetahui bahwa CV memiliki peranan sangat penting dalam lamaran kerja. Informasi secara detail terkait kualifikasi pendidikan, keterampilan, pengalaman kerja, serta prestasi dan penghargaan semuanya tertuang dalam CV. Bila kamu tidak menyediakan informasi yang lengkap terkait kriteria yang menjadi syarat dari sebuah pekerjaan, maka kamu akan menurunkan kesempatan untuk diterimanya lamaran kerja yang kamu lamar tersebut.

Dalam menulis CV, buatlah agar itu benar-benar menarik. Namun, jangan hanya menarik untuk dibaca, tetapi pertimbangkan bahwa apa yang kamu tulis di CV memang benar adanya. Buktikan setiap apa yang bisa kamu buktikan dari apa yang telah kamu tulis di CV. Lampirkan bukti-bukti tersebut bersama surat lamaran kerja kamu.

Baca:   Bagaimana Cara Menghadapi Atasan yang Kaku? Pahami Ini Sebelum Kamu Memilih Resign!

5. Tidak ada subjek dan/atau badan email

Hal yang menjadi kesalahan bila kamu mengirim email lamaran kerja tanpa menulis subjek dan/atau badan email. Sebab dua hal tersebut penting sebagai bukti kamu benar-benar serius dalam melamar pekerjaan pada lowongan kerja tersebut. Sangat tidak elok bila kamu hanya melampirkan berkas tanpa ada isi pada subjek dan/atau badan email.

Penilaian akan etika bisa jadi tersirat dari cara kamu mengirim surat lamaran melalui email. Apakah kamu mengisi subjek dan badan email untuk lamaran kerja tersebut atau tidak. Beberapa penyedia lowongan kerja langsung menyaring email lamaran kerja yang masuk berdasarkan ada tidaknya subjek dan badan email. Sangat disayangkan bila kamu harus gagal mendapatkan pekerjaan impian kamu hanya karena masalah sepele tersebut.

Tips sederhana namun penting dalam mengirim lamaran kerja

Buat kamu yang ingin melamar kerja, hal yang harus kamu hindari adalah copy paste contoh surat lamaran kerja atau CV orang lain. Mengapa? Meskipun kamu mengeditnya, kemungkinan akan lalainya kamu dalam mengedit satu informasi penting saja akan berakibat fatal. Misalnya kamu lupa mengedit nama perusahaan tempat kamu ingin melamar. Sangat tidak lucu, bukan?

Tips lain adalah periksa kembali surat lamaran kamu dengan baik sebelum mengirimnya. Pastikan semuanya telah benar dan lengkap semuanya barulah mengirimnya. Kamu tidak mungkin mengirim surat dan berkas lamaran kerja hanya karena kamu terlambat menyadari bahwa ada kesalahan dari surat dan berkas lamaran yang telah kamu kirim tersebut.

Demikian 5 Kemungkinan Jawaban dari Pertanyaan Mengapa Lamaran Kerja Ditolak? Pahamilah dimana kesalahanmu, semoga sukses!

Foto: thebalancecareers.com

 


11 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like